Mengenal Kehidupan Dari Batuan

820 0

Batuan melapuk pada permukaan Bumi apabila bersentuhan langsung dengan udara yang lembab. Tidak lama setelah tumbuhan berakar lapuk di dalam saprolit, maka proses pembentukan tanah dimulai. Adapun faktor yang mempengaruhinya yakni iklim, topografi, vegetasi dan asal batuan di tempat tanah yang terbentuk. Selain unsur-unsur yang berasal dari batuan tersebut, tanah juga mengandung unsur organik yang disebut dengan humus. Humus terdiri atas dari akar tetumbuhan, sisa-sisa tanaman dan binatang yang telah membusuk, mikroorganisme serta unsur-unsur kimia yang merupakan bagian dari uraian binatang atau tanaman yang telah dihancurkan oleh jamur dan jasad renik. Binatang kecil seperti cacing dan siput termasuk materi organik tersebut. Air serta udara yang berada di antara partikel adalah merupakan bagian penting tanah, karena tanpa air dan udara tumbuhan akan mati lemas akibat kekurangan air. Proses pembentukan tanah membutuhkan waktu yang sangat lama dan rumit, yang dapat memakan waktu puluhan ribu tahun. Sebaliknya, tanah dapat digunakan dengan sangat cepat, dalam satu dasawarsa saja, dan menjadi barang langka.  

IBU BUMI

Di awal peradaban bercocok tanam, kesuburan perempuan serta kesuburan tanah dianggap sebagai dua hal yang ajaib dalam suatu kehidupan. Dalam mitos Romawi kuno, anak dari dewi kesuburan Ceres  yang bernama Proserpina dilarikan ke alam fana. Di sana ia memakan biji buah delima dan selama dalam sekapan, tanaman pangan tidak mau untuk tumbuh, hewan-hewan tidak lagi dapat berkembang biak serta kematian terjadi dimana-mana, kemudian masa ini dikenal dengan musim dingin.  

TERASERING UNTUK PERTANIAN 

Teras buatan yang dibentuk dengan cara bertingkat-tingkat akan memudahkan lereng bukit untuk dapat ditanami. Teras tersebut membuat tanah datar dan lebih mudah untuk diari dan dibajak. Teras juga memiliki kelebihan tambahan yakni mampu menstabilkan lereng tanah serta mencegah terjadinya longsor ke lembah yang berada di bawahnya. Tanah terasering mudah ditemukan pada sawah yang ditanami padi. 

TANAH, UDARA DAN AIR 

Penggumpalan partikel tanah sangat penting untuk kepentingan dalam bercocok tanam. Demikian pula dengan ukuran pada butiran-butiran mineralnya. Tanah liat mengandung tingkat kelembapan dan zat makanan yang tinggi, namun air mengalir dengan lambat. Tumbuhan sulit dalam menyebarkan akar-akarnya yang bertugas dalam mencari sari makanan. Tanah pasir yang berpori-pori besar dan air mengalir secara mudahnya sehingga sedikit mengandung zat-zat makanan. Untuk menyelidiki sifat alami pada kedua jenis tanah tersebut, sejumlah tanah yang memiliki berat yang sama dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan kemudian diberikan air dengan ukuran tertentu. Perbedaan dalam kecepatan peresapan air kedua tanah tersebut dapat terlihat dengan sangat jelas. Jenis tanah yang paling ideal adalah yang terletak di antara kedua tanah tersebut. 

MAKHLUK HIDUP

Tanah adalah merupakan titik temu antara kehidupan dengan batuan Bumi. Tanpa tanah, tidak mungkin terdapat suatu kehidupan. Di dalam tanah terjadi proses pertukaran unsur-unsur kimia yang dikandungnya kembali ke tanah. Mikroorganisme yang terdapat di dalam tanah mengubah tumbuh-tumbuhan dan hewan yang telah mati menjadi unsur kimia yang lebih sederhana, yang berguna untuk kesuburan tanah. Ketika kita menuai tanaman pangan, sebagian dari kesuburan tanah akan ikut terambil. Apabila tanah terus memproduksi tanaman pangan, maka tanah tersebut harus menambah zat-zat makanan yang terkandung dari pelapukan batuan atau dari tambahan pupuk.

TANAH YANG MENJALAR

Tanah selalu bergerak ke arah bawah akibat pengaruh gaya gravitasi. Binatang yang berjalan di atas tanah secara tidak sengaja akan meninggalkan jejak. Pada saat terjadinya hujan, partikel tanah akan menjadi basah dan kemudian hanyut sebagai lumpur. Ketika udara beku, pertikel tanah tersebut bergerak pindah dari lereng. Setelah mencair, partikel tanah kemudian menetap di bawah pengaruh gravitasi yang menuruni lereng. Pohon-pohon pada sisi bukit sering menunjukkan gerakan tanah tersebut. Ketika muda, pohon akan tumbuh tegak dan lambat laun tanah akan merambat menuruni lereng yang menyebabkan pohon-pohon tersebut tumbuh dengan arah yang bersudut. Terkadang pohon-pohon tersebut akhirnya tumbuh dengan arah yang berliku karena berusaha untuk tumbuh tegak searah dengan arah datangnya sinar Matahari.

Brian Rendra

Sumber :

JENDELA IPTEK, BUMI, BALAI PUSTAKA, HAL 52-53

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us