Kenali Gejala Stres Dan Depresi Pada Anak Remaja, Inilah Penyebab Dan Tips Bagi Orang Tua Untuk Mengatasinya

661 0

Menurut para ahli, anak remaja termasuk rentan terkena stres dan depresi. Rata-rata gejala ini muncul pada anak remaja memasuki usia 15 tahun. Kejadian stres dan depresi pada anak remaja meningkat drastis pada rentang usia 13-15 tahun dan mengalami puncaknya pada usia 17-18 tahun. Setelah itu mengalami penurunan pada usia dewasa.

STRES PADA ANAK REMAJA

Cara paling utama untuk dapat mengetahui kondisi anak remaja adalah melalui pengamatan atau observasi. Setiap anak remaja memiliki pola perilaku yang menggambarkan kepribadiannya. Dua anak remaja dapat terlihat sama-sama tenang. Namun, masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri, misalnya yang satu terlihat tenang namun ekspresif sehingga dapat dengan mudah diketahui emosinya. Sedangkan satunya lagi terlihat tenang dan cenderung memiliki ekspresi yang datar, sehingga akan sulit untuk dapat mengetahui emosi yang sedang dia rasakan. Meskipun begitu, setiap kejadian gangguan psikologis akan meninggalkan sebuah jejak berupa perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. 

DEPRESI PADA ANAK REMAJA

Depresi bukan hanya sekedar perasaan sedih maupun kecewa. Depresi adalah merupakan suatu bentuk emosi yang sangat kuat dan terasa seperti tertekan, tak berdaya serta putus asa yang dirasakan dalam rentang waktu yang lama. Tidak hanya berpengaruh terhadap perasaan saja, tetapi juga dapat mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. Depresi mampu menguras energi, menurunkan motivasi dan konsentrasi pada setiap aktivitas normal yang dilakukan. Pada anak remaja, mungkin saja dia akan kehilangan ketertarikan terhadap banyak aktivitas dalam rentang waktu tertentu. Kondisi depresi dapat berlangsung dalam waktu lebih dari dua minggu.

PENYEBAB STRES DAN DEPRESI PADA ANAK REMAJA

Penyebab stres dan depresi pada anak remaja meliputi :

  • Beban akademik
  • Perubahan bentuk fisik
  • Lingkungan sosial
  • Masalah keluarga
  • Hubungan dengan lawan jenis
  • Perundungan (bullying)
  • Peristiwa traumatis seperti kecelakaan, penyakit atau kematian
  • Perasaan tidak mampu untuk menyelesaikan suatu masalah atau konflik yang sedang dihadapi

GEJALA TERJADINYA DEPRESI PADA ANAK REMAJA

Menurut American Psychiatric Association, gejala terjadinya depresi pada anak remaja meliputi :

  • Merasa tidak berharga dan merasa bersalah
  • Gagasan pada keinginan untuk bunuh diri
  • Percobaan dalam melakukan bunuh diri
  • Agitasi atau perasaan gelisah, jengkel, serta marah yang diikuti kelambanan psikomotor insomnia ataupun hiperinsomnia
  • Penurunan atau peningkatan dari berat badan
  • Terganggunya tingkat konsentrasi
  • Kesulitan untuk dapat berfikir
  • Kehilangan tenaga dan mudah lelah

PERAN ORANGTUA DALAM MENGATASI ANAK REMAJA YANG STRES DAN DEPRESI

Dalam upaya mengatasi anak remaja agar dapat mengelola stres dan depresi yang dihadapinya, orangtua dapat membimbing anak remaja agar dapat sehat secara mental misalnya;

  • Menemani atau membantu anak remaja untuk melakukan sesuatu atau bergerak
  • Menciptakan situasi agar anak remaja banyak melakukan aktivitas, bergerak dan berpindah posisi
  • Mengubah posisi tubuh anak remaja dengan memintanya untuk melakukan sesuatu
  • Membuat anak remaja selalu sibuk dengan memintanya keluar kamar atau keluar rumah untuk melakukan kegiatan atau aktivitas yang bersifat positif
  • Menemani dan mendengarkan anak remaja pada saat mereka sedang bercerita
  • Menghindari sikap memaksa terhadap anak remaja untuk bercerita atau bertanya apabila mereka belum siap
  • Mendengarkan ketika anak remaja berkeluh kesah dan fokus pada solusi berupa tindakan untuk dapat mengatasi kendala yang sedang dihadapi
  • Mendampingi dan memberikan kesempatan terhadap anak remaja dalam proses melatih keterampilan sosial.

Brian Rendra

Sumber :

1001 CARA BICARA ORANGTUA DENGAN REMAJA, JOHNS HOPKINS, SKATA, HAL 108-115

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us