Sepanjang masa geologinya, Iklim Bumi telah mengalami beberapa perubahan yang sangat besar. Untuk menyelidiki perubahan-perubahan tersebut, geologi mengambil bebatuan sebagai bahan untuk menyelidiki keadaan 4.000 tahun yang lalu. Bebatuan dapat menunjukkan bahwa tempat-tempat yang sekarang jauh dari garis khatulistiwa pernah memiliki gurun yang panas, dan bahwa batu-batu karang tropis pernah menghiasi tepi pantai daerah yang sekarang dikenal sebagai Eropa. Kedudukan suatu Benua memiliki pengaruh terhadap perpindahan massa udara dan pola cuaca. Ketika semua benua masih menyatu sebagai benua Pangaea maka tidak banyak terjadi curah hujan di daerah yang sebagian bergurun. Bebatuan tersebut menunjukkan bahwa paling sedikit selama 2 juta tahun terakhir ini gletser menyelimuti sebagian besar daerah di Bumi. Hal lain yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim di Bumi adalah letak Bumi dalam orbit mengelilingi Matahari.
CARA MENGETAHUI PERUBAHAN IKLIM DENGAN MENELITI INTI
Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana perubahan iklim terjadi adalah dengan menyelidiki lapisan sedimen yang ditemukan di dasar laut. Ketika iklim berubah di masa lampau, suhu air laut atau air danau ikut berubah. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup dalam kondisi tersebut. Setelah mati, tumbuhan dan hewan itu tetap tertimbun dan menjadi bagian dari sedimen dasar laut. Fosil-fosil tumbuhan dan hewan semakin bertambah banyak jumlahnya dalam lumpur yang terbentuk pada saat itu. Untuk menyelidiki sedimen tersebut, kapal pengebor khusus membuat lubang di dasar laut dan mengumpulkan bagian inti dalam dari lubang tersebut. Bagian inti inilah yang diambil dari Laut Tengah dan digunakan dalam menyelidiki plankton foraminifera atau hewan laut kecil dengan kulit dari kalsium karbonat.
- MEMISAHKAN BAHAN DASAR
Untuk analisis setengah inti tadi sampel dengan interval 10 cm. Potongan kecil dari setiap sampel tersebut diukur beratnya dan dicampur dengan larutan hidrogen peroksida. Campuran hidrogen peroksida tersebut bereaksi dengan bahan-bahan organik seperti bagian lunak dari bangkai hewan kecil, kotoran hewan, dan tumbuhan yang membusuk.
- MENYARING CAMPURAN
Bijih mineral dan kulit fosil kemudian dicuci dengan air sulingan pada sebuah saringan. Fosil akan tetap tinggal pada permukaan saringan, sedangkan bijih mineral melewati permukaan saringan.
- PENGERINGAN
Fosil-fosil ditempatkan dalam penghangat untuk menghilangkan uap air. Sementara itu, bijih mineral diteliti. Inti ini menunjukkan bahwa kebanyakan butiran sedimen berasal dari tempat-tempat yang dekat. Sebagai contoh Bulgaria, Cyprus, Turki dan Yunani.
- MENGHITUNG SPESIES
Kulit foram kecil dapat dilihat melalui stereoskopik. Para ilmuwan meneliti spesies yang berbeda-beda dan menghitung setiap jenisnya. Spesies yang ada dan jumlah untuk setiap spesies adalah bukti seperti apa suhu permukaan laut pada saat itu untuk setiap sampel inti.
- MEMBANDINGKAN DATA
Setelah menghitung spesies maka langkah terakhir adalah dengan membandingkan data dari beberapa spesies foram dan perbedaan jumlahnya pada setiap kedalaman inti. Beberapa spesies lebih banyak jumlahnya pada daerah yang beriklim hangat. Hal ini menunjukkan periode antar gletser, spesies lainnya lebih banyak ketika airnya lebih dingin selama tahap dingin Zaman Es Pleistosen. Iklim-iklim tertentu menghasilkan sapropel, tumbuhan yang berbentuk jeli.
Brian Rendra
Sumber :
Jendela Iptek BUMI, BALAI PUSTAKA JAKARTA, hal 12-13
