Pembagian tugas rumah tangga dalam lingkungan rumah sangat diperlukan. Hal ini merupakan bagian dari aturan yang dibuat bersama untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab setiap anggota keluarga. Peran orangtua sangat diperlukan dalam membimbing seorang anak agar dapat bertanggung jawab dengan tugas rumah tangga yang telah diberikan terhadapnya. Orangtua perlu memperhatikan kemampuan setiap anak dalam menjalankan tugasnya tersebut.
PEMBAGIAN TUGAS SEIRING BERTAMBAHNYA USIA
Prinsip dalam pembagian tugas rumah tangga yakni satu tahun usia sama dengan satu tugas rumah tangga yang dimulai dari aktivitas rutin harian, misalnya;
Usia 1 tahun diberikan 1 tugas harian yakni minum sendiri
Usia 2 tahun diberikan 2 tugas harian yakni minum dan makan sendiri
Usia 3 tahun diberikan 3 tugas harian yakni minum, makan dan berpakaian sendiri.
Usia 6 tahun atau pada saat masuk Sekolah Dasar (SD) mulai diberikan tambahan tanggung jawab aktivitas rumah tangga, misalnya membuang sampah dapur tiap sore.
Agar terukur, setiap kenaikan kelas diberikan tambahan satu tugas sehingga pada saat kelas 6 SD, seorang anak sudah dapat mengerjakan 6 bentuk aktivitas rumah tangga secara rutin dan teratur tanpa harus diberitahu terlebih dahulu. Apabila anak masih terus membutuhkan untuk diingatkan, maka orangtua dan anak perlu untuk duduk bersama untuk melakukan evaluasi terhadap pembagian tugas rumah tangga tersebut.
TAHAPAN PENERAPAN TANGGUNG JAWAB
- Pengenalan
Setiap aktivitas harus diperkenalkan terlebih dahulu, dengan cara memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati atau dapat terlibat langsung dalam aktivitasnya.
- Latihan
Orangtua dapat mengajari anak untuk melakukan kegiatan dari awal hingga akhir beserta dengan indikator keberhasilannya. Sebagai contoh, seorang anak diberikan tugas menyiram tanaman di halaman dan dianggap selesai apabila seluruh permukaan tanah yang terdapat dalam pot sudah terlihat basah dan selang yang digunakan untuk menyiram tanaman tersebut telah tergulung rapi disimpan di sudut rumah. Namun standar dari hasil pengerjaan ini tidak dapat disamakan untuk semua usia.
- Kesepakatan
Tugas rumah tangga bukanlah sebuah hukuman, melainkan hanya sarana untuk melatih dan berperan aktif dalam lingkungan keluarga. Orangtua dapat memberikan bentuk pilihan tugas yang ingin dikerjakan oleh seorang anak, termasuk waktu dalam pengerjaannya. Sampaikan bahwa orangtua akan mengawasi pekerjaannya selama beberapa waktu.
- Pelaksanaan dan Pengawasan
Setiap orangtua harus tetap mengawasi pelaksanaan tugas rumah tangga yang dikerjakan oleh anak tanpa perlu memberikan komentar. Biarkan anak untuk mengerjakannya, anak mungkin akan mengerjakan tugas tersebut dengan caranya sendiri. Orangtua hanya perlu untuk mengingatkan indikator keberhasilan. Dengan semakin sering berlatih, maka anak akan menemukan cara yang paling efektif dan efisien dalam menyelesaikan tugasnya.
BAGAIMANA APABILA ANAK LALAI MENJALANKAN TUGAS?
Apabila anak lalai dalam menjalankan tugas yang telah diberikan, maka jangan ambil alih tugasnya. Anak atau anggota keluarga lainnya harus memahami konsekuensi atau akibat yang ditimbulkan apabila tidak menjalankan tugas. Tidak perlu memarahi atau menyindir, cukup tunjukkan saja apa yang sedang terjadi dan bagaimana cara memperbaikinya. Tugas rumah tangga adalah merupakan sarana dalam mendidik anak untuk belajar tanggung jawab dan menumbuhkan hidup mandiri. Wajar apabila dalam proses belajar tersebut masih terdapat kekurangan serta kesalahan. Orangtua hanya perlu untuk bersabar menikmati prosesnya saja, karena suatu saat akan terlihat hasilnya.
Brian Rendra
Sumber :
1001 CARA BICARA ORANGTUA DENGAN REMAJA, JOHNS HOPKINS, SKATA, HAL 38-44
