Bumi hanyalah salah satu di antara banyak planet dan matahari hanyalah merupakan salah satu di antara berjuta-juta bintang yang terdapat pada alam semesta. Bagi beberapa ilmuwan, fakta tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan mungkin saja ada di tempat lain. Namun, selain laporan tentang UFO sal tidak pernah ditemukan. Oleh karena itu, para ilmuwan harus mengandalkan suatu serta kunjungan makhluk luar angkasa luar, bukti langsung mengenai kehidupan ekstraterestrial dugaan dalam upaya menyelidiki dari kemungkinan terdapatnya kehidupan di tempat lain. Salah seorang yang menggunakan matematika dalam membuat dugaan ini adalah Frank Drake, seorang ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat. Persamaan Drake memperkirakan bahwa jumlah peradaban maju di galaksi kita dengan mengalikan tujuh faktor, termasuk jumlah bintang proporsi dari jarak planet dan proporsi planet dimana kehidupan mungkin akan timbul. Sayangnya, faktor-faktor ini sulit untuk diperkirakan. Beberapa nilai menyiratkan tidak terdapatnya peradaban yang maju, sedangkan nilai lainnya menyatakan terdapat berjuta-juta.
TETANGGA YANG GERSANG
Semua kehidupan yang terdapat di dalam Bumi sangat bergantung dengan air. Air memiliki kegunaan luar biasa dan pelarut yang baik, selain itu memiliki molekul yang saling terikat erat serta pada saat membeku air tidak akan menyusut tetapi mengembang. Di Bulan, sama sekali tidak terdapat air, oleh sebab itu mengapa di Bulan tidak ada kehidupan.
PERANG YANG TIDAK PERNAH ADA
Dalam sebuah novel fiksi ilmiah karya H.G Wells yang berjudul The War of the Worlds digambarkan adanya penyerbuan ke Bumi yang dilakukan oleh sekumpulan makhluk luar angkasa dari Planet Mars. Pada tahun 1938, pada saat cerita ini disiarkan oleh stasiun radio di Amerika Serikat, banyak orang yang lari meninggalkan rumahnya dalam keadaan yang panik.
TERJEMAHAN YANG KELIRU
Pada tahun 1877, Giovanni Schiaparelli, seorang astronom Italia, menggambar peta permukaan Planet Mars. Mereka menunjukkan alur-alur yang panjang, yang diperkirakan berisi air. Ia menamakannya dengan sebutan canali yang berarti saluran. Pada saat kata ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai kanal, maka orang-orang mengira bahwa orang-orang dari Planet Mars telah menggali saluran-saluran tersebut.
LEBIH BANYAK MENGENAI PLANET MARS
Terdorong atas penemuan Schiaparelli mengenai kanal di Planet Mars, Percival Lowell, seorang astronom yang berasal dari Amerika Serikat, menggambar petanya yang dibuat sendiri secara terperinci dengan menampilkan jalan air yang saling menyilang. Hasil karyanya tersebut meyakinkan banyak orang bahwa Planet Mars berpenghuni. Meski begitu, ia mungkin hanya terpengaruh oleh semangat terhadap idenya mengenai kehidupan Martian. Pada saat alat peneliti ruang angkasa melihat Planet Mars dalam jarak yang dekat di tahun 1960, saluran tersebut tidak nampak dan dua alat peneliti Viking yang melakukan percobaan pada permukaan Planet Mars juga gagal menemukan tanda-tanda kehidupan.
FAKTA ILMIAH ATAU FIKSI ILMIAH?
Dalam fiksi ilmiah, pada umumnya dianggap bahwa penjelajahan ruang angkasa akan segera menjadi sesuatu hal yang biasa. Namun, sejarah memperlihatkan bahwa hal tersebut merupakan kekeliruan. Manusia di Bumi terus bertambah dengan pesatnya, dan jutaan orang kekurangan akan sumber-sumber dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. dari segi perhitungan ekonomi yang sederhana, hal tersebut menunjukkan bahwa kita tidak mungkin berhasil untuk menyebar ke luar dari planet kita ini.
MENDAPATKAN HUBUNGAN
Apabila memang terdapat kehidupan di suatu tempat di alam semesta, maka hal tersebut tampaknya sangat jauh. Sejak tahun 1970, berbagai bentuk pesan dalam sinyal radio dipancarkan ke luar angkasa dengan harapan dapat memperoleh suatu hubungan. Namun, bahkan untuk gelombang radio memerlukan waktu empat tahun dalam mencapai bintang terdekat, maka akan berabad-abad akan dilewati sebelum kita memperoleh sebuah jawaban.
PULAU DI RUANG ANGKASA
Galaksi kita terdiri atas 100 milyar bintang yang tersusun dalam bentuk lempengan per spiral yang berputar secara perlahan. Galaksi Andromeda. Adakah tetangga galaksi kita yang jaraknya paling dekat dan mungkin memiliki jumlah bintang dua kali lebih banyak daripada yang kita miliki. Astronom menemukan bahwa pada sistem planet dalam setiap Bimasakti sama, jadi pada setiap galaksi jutaan bintang mampu diorbitkan oleh dunia yang sesuai untuk suatu kehidupan.
PROSES TERJADINYA KEHIDUPAN
Terdapat sebuah pemandangan imajinatif atau bersifat khayal dalam sebuah planet yang jauh, disinari dan juga dihangatkan oleh dua matahari. Terdorong oleh persediaan energi ini, maka zat kimia yang terdapat di atmosfer dan air akan bersatu dalam suatu reaksi secara terus-menerus yang pada suatu hari mungkin akan menghasilkan unsur dasar dari sebuah kehidupan. Apakah kehidupan tersebut akan mirip dengan yang terdapat pada Bumi? Kita hanya dapat menerka saja. Evolusi suatu kehidupan penuh dengan keberhasilan yang tidak terduga, kegagalan yang mengerikan serta kehampaan yang berangsur-angsur berakhir. Tidak seorang pun dapat meramalkan dengan apa yang akan terjadi.
Brian Rendra
Sumber :
JENDELA IPTEK, KEHIDUPAN, BALAI PUSTAKA, HAL 62-63
