Pada umumnya konflik terjadi tidak hanya pada lingkup pemerintah/ negara, namun juga lingkup keluarga atau bahkan diri sendiri. Oleh karena itu ada banyak macam-macam konflik yang ada di sekitar kita. Biasanya konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi, untuk lebih jelasnya berikut pengertian konflik menurut Para Ahli.
Menurut Stephen & Robbins, konflik merupakan suatu proses yang dimulai ketika suatu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah mempengaruhi secara negatif, sesuatu yang menjadi kepedulian atau kepentingan pihak pertama. Pengertian menurut ahli yang kedua yaitu Stoner, merupakan adanya ketidaksepakatan soal alokasi sumber daya yang langka atau perselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian. Dalam konflik sendiri memiliki beberapa jenis konflik tergantung dengan faktor pendorongnya. Berikut jenis-jenis konflik yang ada di masyarakat
- Konflik Pribadi
Konflik ini biasanya disebabkan adanya dua individu yang saling tidak menyadari kesalahan dari masing-masing pihak. Pada konflik ini biasanya setiap individu akan berusaha untuk saling menjatuhkan satu sama lain. Contohnya konflik antara ketua dan sekretaris dalam suatu organisasi yang memiliki perbedaan pendapat, karena tidak ada mau ada yang mengalah maka disinilah terjadinya konflik pribadi
- Konflik Kelompok
Konflik ini biasanya terjadi antar dua kelompok atau bahkan lebih yang memiliki tujuan sama namun memiliki pendapat yang berbeda. Dalam konflik ini, biasanya menimbulkan beberapa kerugian yang sifatnya materi dan menimbulkan kerusakan infrastruktur. Contohnya seperti tawuran antar sekolah.
- Konflik Antar Kelas
Konflik antar kelas biasanya terjadi di sekolah-sekolah, biasanya konflik ini terjadi pada kelompok yang berada di tingkatan kelas yang berbeda. Kelas disini yang dimaksud dalam hal ini adalah kedudukan seorang individu atau kelompok dalam masyarakat secara vertikal.
- Konflik Politik
Konflik politik terjadi antar individu atau kelompok yang memiliki perbedaan pandangan. Hal ini biasa terjadi dalam ranah politik karena masing-masing individu maupun kelompok memiliki cara pandang dan pola pikir yang berbeda, namun memiliki satu tujuan yakni kekuasaan.
- Konflik Ekonomi
Konflik ekonomi biasanya kita temui dalam kegiatan perekonomian masyarakat. Konflik ini biasanya terjadi akibat persaingan pada proses kegiatan ekonomi antar individu maupun kelompok. Contohnya persaingan penjualan di pasar, salah satu pihak berusaha menjatuhkan pihak lain hal ini dilakukan karena merasa iri dengan kesuksesan pihak tersebut.
- Konflik Hukum
Konflik hukum dapat terjadi akibat ketidakadilan hukum yang dirasakan oleh individu maupun kelompok. Ketidakadilan tersebut muncul karena hukum yang diberikan tidak sesuai atau terjadi penyalahgunaan terhadap hukum.
- Konflik Ras
Konflik ras terjadi akibat rasa ketidakadilan yang didapat dari salah satu ras atau ras lain merasa dirinya lebih unggul. Contohnya saja kriminalitas seperti pembunuhan yang dilakukan ras kulit hitam di Amerika adalah sebagai bentuk protes kekecewaan mereka akibat ras kulit putih menganggap mereka adalah golongan terendah.
- Konflik Keluarga
Konflik ini terjadi di dalam internal keluarga yang disebabkan karena beberapa faktor seperti kecemburuan, maupun faktor ekonomi. Contohnya saja beberapa anggota keluarga memperebutkan harta waris yang merasa bahwa bagian yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Akibatnya konflik dalam keluarga tidak dapat dihindari.
- Konflik Internasional
Konflik internasional timbul akibat adanya 2 negara yang saling berselisih karena masalah ekonomi, politik, maupun masalah batas teritorial suatu negara. Contohnya saja perebutan wilayah Palestina atas Israel yang belum reda hingga saat ini.
- Konflik Agama
Konflik agama sering terjadi di Indonesia yang notabene adalah negara yang memiliki beragam agama, suku dan ras. Tidak jarang, agama yang menjadi mayoritas merasa superior, sehingga terjadinya konflik tidak dapat dihindari. Contohnya saja pembubaran peribadatan disalah satu gereja oleh salah satu oknum dikarenakan gereja tersebut belum mengantongi izin membangun tempat peribadatan. Hal tersebut apabila terus menerus dipermasalahkan, akan menimbulkan konflik yang serius.
