Penggunaan media sosial sudah semakin meluas, media sosial tidak hanya tempat untuk mengupload foto, video, atau sekedar mengupdate status. Melainkan saat ini media sosial sudah menjadi salah satu lahan untuk berjualan. Tidak sedikit orang yang sukses dengan berjualan menggunakan media sosial, selain cepat dan mudah, penggunanya pun hampir dari seluruh kalangan. Media sosial juga menjadi salah satu tempat dimana bermunculan istilah-istilah baru dan salah satunya adalah flexing
Lalu apa itu Flexing ?
Flexing menjadi istilah yang sangat hits belakangan ini, flexing merupakan istilah yang mengarah pada seseorang yang suka memamerkan kekayaan secara sombong. Pengertian lain mengenai flexing adalah memamerkan kekayaan namun dengan menggunakan cara berbohong. Pasalnya flexing merupakan kegiatan yang mengupload barang milik pribadi ke akun media sosial yang terkesan mewah dengan tujuan membuat penonton ira. Media sosial yang sering digunakan untuk melakukan flexing adalah instagram. Hal-hal yang biasa dilakukan individu pada media sosial tersebut adalah dengan mengupload foto liburan, handphone baru, mobil baru, makan direstoran mewah dan lain-lain. Namun apakah itu kehidupan nyata? Mungkinkan beberapa yang membagikan postingan tersebut merupakan salah satu keadaan nyata yang dialami, akan tetapi beberapa orang juga melakukan hal seperti itu agar membuat pengguna lainnya iri dan menunjukkan kekayaan yang sebenarnya tidak ada.
Flexing sendiri termasuk ke dalam bahasa gaul atau slang. Orang yang melakukan flexing ini merupakan orang yang memiliki niat untuk menyombongkan dirinya
Apakah Flexing itu baik ?
Jika melihat kegiatannya, flexing merupakan kegiatan sah-sah saja dilakukan oleh siapapun. Karena pada dasarnya kegiatan ini hanya bertujuan untuk memberikan kebahagian dan kesuksesan yang diraih. Namun bagi beberapa orang flexing digunakan untuk menyombongkan diri dan mengumbar hal-hal pribadi ke khalayak umum. Semakin kesini masyarakat semakin tidak ada batasan untuk mengumbar seluruh kehidupannya ke dunia maya, dan ini sebenarnya berbahaya untuk keamanan di dunia digital serta dunia nyata.
Jika dikatakan apakah flexing sebuah penyakit ? ya! Flexing merupakan penyakit yang akrab dengan psikologis exibisionist. Flexing Narcisting Exibisionist merupakan salah satu penyakit, karena adanya perasaan yang dimana orang tersebut harus mengupload hal-hal yang dikategorikan sebagai memamerkan barang dan kekayaan. Orang – orang pelaku flexing sangat detil memperhatikan penampilan terutama merk dan berapa harga atas apapun yang dipakainya. Mereka memiliki sifat fanatik terhadap suatu barang yang memiliki harga dan kualitas yang sangat tinggi. Orang-orang flexing tidak menutup kemungkinan akan melakukan bullying kepada siapapun individu yang dianggap dibawah dia atau tidak memiliki barang-barang branded seperti yang dimiliki.
Jika tidak diatasi, kegiatan flexing ini akan berdampak semakin luas bahkan sangat berbahaya karena akan menimbulkan efek yang besar.
