Bagian dalam bumi mungkin akan menjadi bagian yang tidak akan pernah dapat untuk diketahui. Namun, metode tidak langsung telah mengungkapkan bahwa bagian dalam Bumi terdiri atas dari struktur berlapis dengan inti dalam dan inti luar, yang dikelilingi oleh selimut Bumi serta lapisan kerak permukaannya. Pada tahun 1910, seorang ilmuwan Kroasia, Andrija Mohorovicic, membuat sebuah kesimpulan bahwa terdapat batas sepanjang 35 km atau 21 mil ke dalam Bumi setelah mempelajari transmisi gelombang gempa bumi lokal. Batas ini dinamakan dengan Diskontinuitas Mohorovicic dan menandai dasar kerak Bumi. Ada beberapa petunjuk yang mengarah pada asal mula selimut serta inti Bumi luar. Letusan gunung berapi telah menghasilkan batuan yang berasal dari selimut Bumi ke permukaan dan unsur kimianya dapat diperkirakan merupakan dari unsur kimia lahar basal yang terbentuk karena separuh pelelehan pada sebagian selimut Bumi. Tanda-tanda lainnya termasuk pada gelombang gempa, yang mengalir dengan kecepatan ke arah bagian dalam Bumi, tergantung dengan kepadatan batu yang dilaluinya. Beberapa jenis gelombang terputus pada inti luar yang menunjukkan bahwa gelombang tersebut berbentuk cair walaupun terdapat tekanan yang besar. Dengan memperhatikan perubahan pada orbit planet-planet dan bulan serta satelit luar angkasa, dapat dilihat bahwa massa Bumi terbesar yakni terpusat pada intinya.
PANAS DARI DALAM
Sumber mata air panas yang keluar dengan derasnya sebagai geiser adalah merupakan bukti bahwa suhu Bumi akan meningkat sesuai dengan kedalamannya di dalam kerak Bumi. Para penambang telah mengetahuinya sejak berabad-abad silam. Di tambang emas yang paling dalam yang terdapat di Afrika Selatan, panas geotermalnya sangat tinggi sehingga harus didinginkan terlebih dahulu apabila manusia ingin melakukan aktivitas di dalam tambang tersebut.
BUMI BERLAPIS-LAPIS
Lempeng Bumi yang bergerak pada permukaan Bumi tidak hanya terdiri atas ketebalan kerak, namun juga bagian atas selimut. Lempeng tersebut disebut litoster dengan ketebalan sekitar 100 km atau 62 mil. Litosfer laut mengandung kerak laut pada bagian atasnya yang tebalnya hanya sekitar 5 km atau 3 mil. Litosfer benua megandung kerak benua yang lebih tebal, yakni se kitar 35 km atau 24 mil.
MENGGUNAKAN GELOMBANG SEISMIK
Gelombang seismik melintasi seluruh bagian Bumi, dan lama perjalanannya diperoleh melalui informasi mengenai materi yang telah dilaluinya. Getaran dapat pula dibuat secara tiruan sebagai upaya menyelidiki batuan dangkal. Truk-truk khusus tersebut menimbulkan rentang getaran yang terbatas. Getaran ini akan tertangkap alat pendengar bernama geoton, yang cukup jauh letaknya.
BATU AKIK DENGAN KANDUNGAN PERIDOTIT
Batu akik peridotit, yang memiliki tingkat kepadatan kurang lebih sama dengan kepadatan selimut Bumi, terletak pada permukaan. Batu permata yang berasal dari gunung berapi, yang disebut dengan Kimberlit mengandung batu akik dengan terdiri atas senyawa peridotit. Untuk dapat membuat batu permata diperlukan sebuah tekanan yang tingginya sama dengan tekanan yang terdapat pada kedalaman 50 km atau 93 mil di bawah permukaan Bumi sehingga mungkin saja kumpulan batu akik peridotit dalam kimberlit adalah merupakan bagian dari selimut Bumi pada kedalaman yang sama.
BATUAN PADAT
Kita tidak dapat melihat ataupun menyentuh secara langsung selimut Bumi. Namun, beberapa batuan yang terdapat pada permukaan memiliki kepadatan yang sama. Kemungkinan besar batuan tersebut adalah merupakan batuan yang berasal dari selimut Bumi. Kepadatan pada batuan dapat memberikan sebuah petunjuk untuk menentukan bahan penyusunnya. Batuan kerak yang berasal dari daratan memiliki kepadatan rata-rata sama dengan yang dimiliki granit, yakni sekitar 2,8. Batuan selimut Bumi memiliki kepadatan yang lebih besar yakni 3,3. Untuk dapat mengetahui tingkat kepadatan sebuah batu, maka massa batu harus dibandingkan dengan volume air yang sama.
SIR WILLIAM LOGAN
Ahli geologi Kanada yang bernama Logan melakukan perjalanan melalui daerah-daerah yang belum pernah dijangkau oleh manusia dan merupakan orang pertama yang mampu memetakan batuan tua dari daerah Perisai Kanada. la menyadari sebuah kecantikan pada batuan yang mewakili batuan yang berada di dalam kerak Bumi terdalam. Batuan yang diyakini membentuk inti benua tersebut kemungkinan adalah merupakan dasar dari semua batuan benua yang lebih muda. Pengetahuan mengenai batuan yang terdapat di lapisan dalam masih samar-samar karena hanya berdasarkan pada hasil penelitian seismik dan hasil dari perbandingan dengan batuan metamorf dari daerah perisai.
PROSES KESEIMBANGAN
Lapisan es tebal dan berat dari Zaman Es Pleistosen telah menekan permukaan lapisan batu dari kerak yang berada di bawahnya, dan kemudian sebagian dari lapisan selimut keluar dari jalurnya. Pada saat es mencair, maka lapisan kerak menjadi kosong dan selimut akan mengalir kembali ke dalam kerak untuk mengisi kekosongan massa. Aliran pada selimut lebih lambat daripada pencairan es. Oleh karena itu, pada daerah Skandinavia masih terus meluas hingga saat ini. Efek dari proses pengembangan alam antara unsur yang berkepadatan berbeda ini disebut dengan isostasi.
KOTA TERAPUNG
Isostasi yaitu suatu keadaan seimbang dalam kerak Bumi karena aliran pada batuan di bawah permukaan yang disebabkan oleh pengaruh gravitasi, berlangsung secara perlahan-lahan karena selimut juga mengalir perlahan. Proses penyesuaian kembali isostatik dapat terlihat pada hamparan garam yang terbentang di Danau Bonneville, Salt Lake City. Hamparan garam tersebut dahulu adalah merupakan danau yang besar dan dalam, namun kemudian sedikit demi sedikit akan semakin menyempit. Sampai saat ini daerah tersebut masih mendangkal dalam proses penyesuaian isostatik karena terjadinya proses perpindahan air.
Brian Rendra
Sumber :
JENDELA IPTEK, BUMI, BALAI PUSTAKA JAKARTA, HAL 40-41
