Lumut atau bryophyta merupakan tumbuhan yang sangat beragam. Lumut mencakup lebih dari 10.000 spesies. Lumut itu memiliki bentuk yang sangat kecil dan sering tidak terlihat. Lumut kurang banyak kita perhatikan. Kita lebih suka memperhatikan tumbuhan berbunga, ferns, atau conifers. Lumut tidak memiliki jaringan vaskuler (vascular tissue) atau kayu. Tidak ada kayu menyebabkan lumut tidak memiliki pendukung tumbuhan itu. Lumut tidak memiliki daun yang besar. Lumut juga tidak memiliki cones atau bunga yang tampak. Lumut tumbuh di mana-mana. Bahkan lumut dapat tumbuh pada daratan seperti gurun pasir. Lumut sangat penting untuk mengurangi erosi sungai, menahan resapan air ke tanah, dan melangsungkan siklus zat makanan pada hutan tropis. Selain itu lumut juga d menahan lapisan tanah di daerah dingin. Lumut terdiri dari Sphenopsida atau peat mosses, Andreaeopsida atau lantern mosses, Polytrichopsida atau nematodontous mosses, dan Bryopsida atau anthrodontous mosses.
SPHAGNOPSIDA
Sphagnopsida atau peat mosses terdiri dari 150-300 spesies. Sphenopsida sangat penting bagi pelestarian lingkungan. Sphenopsida juga penting dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi bahan bakar. Lahan berlumut atau peatland menjadi habitat tumbuhan perdagangan. Misalnya tumbuhan blueberries dan cranberries. Peat mosses memiliki daya serap dan kemampuan antiseptik atau melawan kuman. Peat mosses dapat digunakan sebagai popok dan juga pembalut luka. Selain itu, peat mosses juga dapat digunakan pada hortikultura sebagai penyubur tanah.
ANDREAEOPSIDA
Andreaeopsida terdiri dari sekitar 100 spesies. Andreaeopsida adalah merupakan kelompok mosses basal yang biasa tumbuh di permukaan batu terbuka. Andreaeopsida dapat melekat di batu karena memiliki rhizoids yang berupa banyak sel. Rhizoids masuk ke dalam celah tipis pada permukaan batu. Rhizoids menahan tumbuhan itu sehingga tidak lepas dari batu. Andreaeopsida tumbuh bergerombol sebagai tumbuhan coklat kemerahan atau kehitaman. Pigmen warna hitam ada di dinding sel. Pigmen hitam mampu mengurangi kerusakan karena terlalu banyak sinar. Agar fotosintesis berhasil, sinar harus tidak terlalu banyak.
POLYTRICHOPSIDA
Polytrichaceae adalah merupakan keluarga lumut daun yang paling umum. Anggota keluarga ini cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan lumut daun lainnya. Lumut ini memiliki batang sentral menebal serta sebuah rhizoids. Daunnya memiliki pelepah yang memiliki lamella pada permukaan bagian atas.
BRYOPSIDA
Lebih dari 95% spesies lumut adalah Bryopsida. Yang terbanyak ragamnya adalah Dicranales dan Hypnales. Terdapat sekitar 11.500 spesies Bryopsida yang tersebar di seluruh dunia.
Brian Rendra
Sumber :
Ensiklopedia TUMBUHAN, GANECA EXACT, Hal 16-17
