Jupiter adalah merupakan planet yang terbesar dalam Sistem Tata Surya, dimana empat dari bulannya sebesar planet. Strukturnya berbeda dengan planet sebelah dalam yang padat. Sebagian besar Jupiter terdiri atas gas yakni hidrogen dan helium. Di bawah tataran awan, tekanannya begitu sangat besar sehingga hidrogen dimampatkan ke dalam bentuk cairan dan ke bawah menjadi bentuk hidrogen logam. Jupiter menyebarkan lebih banyak radiasi panas daripada menerimanya dari Matahari karena terus tenggelam pada laju beberapa milimeter dalam setiap tahunnya. Apabila Jupiter memiliki massa yang lebih besar, gas pada intinya akan panas dan cukup rapat untuk reaksi fusi nuklir serta Jupiter akan menjadi bintang. Walaupun Jupiter tetap menjadi sebuah planet, pesawat penjelajah antariksa yang memerlukan beberapa tahun untuk dapat sampai di sana harus dilindungi dari sabuk radiasi yang mampu untum menghancurkan peralatan. Pesawat apa pun yang dikirim ke lapisan atmosfer yang bergolak ini akan rebah seperti halnya kaleng tipis di bawah tekanan.
MELIHAT BINTIK MERAH
Pada tahun 1660, seorang ilmuwan Inggris, Robert Hooke, melaporkan bahwa ia telah melihat “bintik di sabuk paling besar dari ketiga sabuk Jupiter”. Gian Cassini juga telah melihat bintik pada saat yang sama, tetapi para astronom sesudah mereka tidak pernah dapat melihatnya. Bintik Merah Besar kembali dapat terlihat pada tahun 1878 oleh astronom Amerika Serikat, Edward Barnard.
CINCIN-CINCIN JUPITER
Misi Pioneer dikirim untuk melintasi Jupiter pada awal tahun 1970-an, Pioneer 10 berhasil mengirim foto-foto. Pada tahun 1977, Amerika Serikat mengirim dua pesawat Voyager untuk melakukan penelitian pada puncak awan Jupiter dan kelima bulannya. Voyager 1 menguak secercah cincin, yang berbentuk seperti cincin Saturnus dan mengitari planet. Cincin tersebut berwarna kuning tipis dengan ukuran kira-kira 30 km.
AWAN JUPITER
Puncak awan Jupiter tampaknya terbagi atas pita-pita dengan berbagai warna. Pita yang terang disebut sebagai zona dan pita yang gelap disebut sebagai sabuk. Zona Tropis Utara, sama dengan zona sedang di bagian utara adalah zona yang paling terang, warna putihnya memperlihatkan awan amonia yang tinggi. Sabuk Khatulistiwa, mengelilingi khatulistiwa Jupiter, selalu tampak kacau, dengan lapisan atmosfer yang selalu disinggahi angin kencang. Di seberang planet terdapat sejumlah oval berwarna putih atau merah. Itu adalah merupakan sistem awan yang besar. Pita warna coklat serta jingga menunjukkan adanya suatu molekul organik, termasuk etana.
BINTIK MERAH BESAR
Banyak bintik yang tampak pada Jupiter, sebagian besar tidak hidup lama, kecuali Bintik Merah Besar, sistem dari badai tekanan tinggi yang “ditemukan kembali” di tahun 1878, yang berarti bahwa penampakan Jupiter mengalami perubahan sesuai dengan waktu. Bintik Merah Besar tetap berada pada garis lintang yang sama; saat ini mendekati 40.000 km. Warna merahnya mungkin disebabkan karena fosfor, yang biasanya berada dekat dengan inti planet, tetapi selalu dibawa ke atas melalui lapisan atmosfer oleh suatu golakan sistem badai.
JUPITER YANG BERPUTAR
Jupiter berputar dengan sangat begitu cepat sehingga satu hari sama dengan 9 jam 55 menit dan ekuatornya tampak menonjol keluar. Efek dari rotasi yang cepat itu adalah berputarnya inti hidrogen logam Jupiter yang mengakibatkan medan magnet besar pada sekeliling planet. Magnetosfer tersebut didorong kembali oleh angin surya dan ekornya menyebar hingga menjauhi dari Matahari.
BULAN-BULAN JUPITER
Pada tahun 1610, Galileo melakukan sebuah penelitian sistematis yang pertama pada keempat bulan Jupiter yang berukuran besar. Karena tampaknya bulan-bulan itu selalu berubah posisi terhadap planet pada setiap malam, Galileo menyimpulkan dengan benar bahwa benda-benda tersebut berputar mengitari Jupiter. Pernyataan ini telah memberikan lebih banyak bukti untuk menggugurkan teori geosentris yang menempatkan Bumi sebagai pusat dari Alam Semesta. Pada tahun 1892, ditemukan sebuah bulan kecil yang berputar mendekati puncak awan planet. Sejak saat itu telah ditemukan kembali 11 bulan kecil.
CALLISTO
Callisto adalah merupakan bulan Jupiter kedua terbesar dan banyak terdapat kawah es di dalamnya. Daerah-daerah yang terang adalah merupakan kawah es yang terbentuk akibat dampak benda dari angkasa.
ERUPSI IO
Io adalah merupakan Bulan yang terdekat dari Jupiter dan salah satu dari bulan “Galileo”, orang yang telah menemukannya. Bulan lainnya adalah Callisto, Europa, serta Ganymede. Erupsi pada sebuah gunung berapi besar dapat menghamburkan bahan-bahan sulfur 300 km ke arah luar angkasa.
FAKTA MENGENAI JUPITER
- Periode sidereal 11, 86 hari Bumi
- Suhu di puncak awan mencapai -150°C
- Periode rotasi 9 jam 55 menit
- Jarak rata-rata dari Matahari 778 juta km Volume (Bumi = 1) 1.319
- Massa (Bumi = 1) 318
- Rapatan (air = 1) 1,33
- Diameter ekuatorial 142.980 km
- Jumlah satelit 16
Brian Rendra
Sumber :
JENDELA IPTEK, ASTRONOMI, BALAI PUSTAKA, HAL 50-51
