Dengan ditemukannya cahaya yang tidak terlihat seperti inframerah dan radiasi elektromagnetik serta sinar X, mulai timbul pertanyaan di benak para ilmuwan, apakah benda di angkasa juga memancarkan suatu radiasi yang tidak tampak. Radiasi pertama yang ditemukan secara kebetulan adalah sebuah gelombang radio, yaitu riak gelombang terpanjang dari spektrum elektromagnetik. Untuk dapat mendeteksi gelombang radio, maka para astronom membangun sebuah pinggan besar untuk menangkap gelombang panjang dan juga melihat hal-hal yang kecil. Namun, teleskop radio pertama tidak cukup besar untuk dapat menangkap ciri-ciri halus seperti yang dapat diatasi oleh teleskop optik. Kini, dengan cara memadukan elektronik hasil dari banyak teleskop radio, pinggan sebesar Bumi mampu untuk dikecilkan dengan cara mengungkapkan rincian yang beberapa kali lebih kecil daripada teleskop optik. Para astronom secara teratur mempelajari keseluruhan radiasi yang dihasilkan benda di angkasa dengan menggunakan detektor jauh di atas atmosfer Bumi.
ANDERS ANGSTROM
Anders Angstrom adalah astronom Swedia yang memetakan garis-garis Fraunhofer yang terdapat dalam spektrum matahari. Satuan-satuan yang diperlukan dalam mengukur riak gelombang warna yang sesuai dengan garis-garis tersebut begitu kecil sehingga membuat Angstrom harus menciptakan satuan panjang yang baru.
BUKTI RADIASI RADIO
Bukti radiasi radio pertama yang berasal dari luar angkasa dikumpulkan oleh seorang ilmuwan berasal dari Amerika Serikat yang bernama Karl Jansky, yang pada tahun 1931 dengan menggunakan peralatan buatan sendiri untuk memeriksa statik yang dapat mempengaruhi riak gelombang pendek komunikasi radio telepon. Jansky lalu menyimpulkan bahwa statik ini pasti berasal dari pusat galaksi kita.
ASTRONOM AMATIR
Pada saat mendengar mengenai temuan Jansky, di tahun 1936 seorang astronom amatir yang berasal dari Amerika Serikat, Grote Reber, membangun penerima radio besar yang mampu untuk digerakkan pada halaman belakang rumahnya. Alat penerima ini memiliki permukaan parabola untuk menangkap gelombang radio. Dengan pinggan yang berukuran 9 meter, Reber mulai memetakan pancaran radio dari galaksi Bimasakti. Selama bertahun-tahun Reber merupakan satu-satunya astronom radio di dunia.
SPEKTRUM ELEKTROMAGNETIK
Jangkauan frekuensi radiasi elektromagnetik dikenal dengan spektrum elektromagnetik. Pada skala terendah terdapat pada gelombang radio, naik ke inframerah, cahaya yang terlihat adalah ultraungu dan sinar-X dengan sinar gamma pada frekuensi tertinggi di ujung spektrum. Radiasi yang melalui atmosfer Bumi merupakan cahaya dan gelombang radio, walaupun inframerah mampu masuk menembus puncak gunung tertinggi. Sisanya hanya mampu untuk dideteksi dengan mengirim alat-alat ke angkasa dalam sebuah percobaan khusus. Semua teleskop, yakni radio, optik, dan inframerah melihat berbagai aspek langit yang berbeda-beda, yang disebabkan oleh berbagai proses fisik yang terjadi.
PENERIMA ARECIBO
Penerima radio Aceribo dibangun pada lekukan alami batu gamping di hutan sebelah selatan Arecibo, Puerto Rico. Pinggan yang menyerupai sarang laba-laba tersebut terbuat dari baja berukuran 305 meter menyilang dan memberikan 20 hektare permukaan tangkapan. Walaupun pinggan tersebut dipasang secara tetap, antena atas mampu untuk digerakkan ke berbagai arah bagian langit.
BINTIK PANAS
Para astronom radio mampu untuk membuat peta suhu planet. Peta tersebut mampu menunjukkan suhu tepat di bawah permukaan suatu planet. Sebagai contoh pada planet Merkurius yang sangat dekat dengan matahari, daerah terpanas adalah bagian dari ekuator merkurius yang digambarkan dalam peta dengan warna merah, dan untuk daerah terdingin digambarkan dengan warna biru.
BERNARD LOVELL
Bernard Lovell, seorang astronom Inggris adalah pemrakarsa astronomi radio. Pada tahun 1945, Lovell telah mengembangkan stasiun penelitian di Jodrell Bank, Inggris. Lovell mengembangkannya dengan menggunakan peralatan radar angkatan bersenjata yang berlebih.
CARA KERJA TELESKOP RADIO
Pinggan parabola teleskop radio dapat digerakkan untuk dapat menangkap sinyal radio. Antena akan memfokus sinyal pada suatu titik dan kemudian dikirim ke alat penerima, alat rekam dan ke ruang data pada pusat pengawasan. Peralatan komputer kemudian mengubah intensitas gelombang radio yang masuk untuk menjadi citra yang mampu untuk dikenali oleh mata kita sebagai benda dari angkasa.
TELESKOP TEKNOLOGI TINGGI
Teknologi komunikasi memudahkan para astronom untuk dapat bekerja di mana saja. Mereka hanya memerlukan komputer yang telah dihubungkan. Teleskop optik ditempatkan jauh dari daerah yang penuh dengan bangunan, namun astronomi radio tidak memerlukan langit yang cerah. Teleskop tersebut adalah teleskop radio pinggan tunggal terbesar di dunia yang sepenuhnya dapat untuk digerakkan. Teleskop ini berdiameter 100 meter dan berada di dekat kota Bonn, Jerman.
LARIK YANG SANGAT BESAR
Para ilmuwan menyadari bahwa teleskop radio dapat untuk saling dihubungkan dengan kawat listrik guna membentuk suatu permukaan penerima yang sangat besar. Misalnya, dua pinggan 100 km yang memiliki letak berjauhan dapat dihubungkan secara elektronis sehingga daerah penerimanya akan sama dengan pinggan besar 100 km. Salah satu bentuk pengaturan teleskop terbesar adalah Very Large Array (VLA), larik yang berukuran sangat besar, yang dibangun di gurun dekat Socorro, New Mexico, Amerika Serikat. Sebanyak dua puluh tujuh pinggan parabola telah disusun dengan bentuk huruf “Y” besar dan meliputi lebih dari 27 km.
Brian Rendra
Sumber :
JENDELA IPTEK, ASTRONOMI, BALAI PUSTAKA, HAL 32-33
