Tulang dapat terserang penyakit dan kelainan dalam pertumbuhan. Kadang-kadang kelainan atau penyakit disebabkan oleh usia tua dan kekurangan zat atau unsur tertentu. Penyakit dan kelainan tulang dapat mengganggu terjadi gerak yang normal. Ada lima penyebab penyakit dan kelainan tulang, yaitu infeksi kuman, kecelakaan, faktor keturunan, kebiasaan sikap tubuh yang salah, dan kekurangan vitamin.
INFEKSI KUMAN
Kuman dapat menyerang persendian tulang. Misalnya kuman penyakit kelamin menyebabkan peradangan sendi karena kekurangan minyak sendi, sehingga sakit apabila digerakkan. Penyakitnya disebut artritis. Gejalanya antara lain rasa nyeri, meradang, kulit di sekitar sendi berwarna merah dan bengkak. Kuman TBC tulang dapat menyebabkan tulang rusak dan tidak dapat digerakkan. Infeksi virus polio dapat menyebabkan pertumbuhan tulang terganggu. Anak yang terkena virus ini bisa mengalami kelumpuhan karena tulangnya tidak tumbuh dengan baik. Untuk mencegah penyakit ini dilakukan imunisasi polio pada saat bayi.
KECELAKAAN
Kecelakaan dapat mengakibatkan tulang menjadi retak, patah, atau memar. Retak tulang terjadi bila tulang mendapat tekanan atau benturan sangat kuat. Tulang dapat mengalami retak kemudian memendek. Ada beberapa macam patah tulang antara lain patah tulang ringan, berat, greenstick. Adapun memar adalah sobeknya selaput sendi. Selaput sendi yang sobek dapat menyebabkan urai sendi yaitu lepasnya ujung tulang pada sendi. Baik retak, patah atau memar lebih mudah disembuhkan pada anak-anak daripada orang dewasa. Sebab tulang anak-anak masih banyak mengandung zat perekat dan masih tumbuh.
FAKTOR KETURUNAN
Kelainan tulang ini disebut dengan kelainan tulang kongenital, terjadi ketika bayi masih berkembang di dalam kandungan dan telah terbentuk pada saat bayi dilahirkan. Kelainan tulang karena faktor keturunan disebabkan berbagai faktor seperti gen yang tidak normal atau bermutasi, penyakit, sakit pada saat kehamilan atau racun yang tertelan. Selain itu, bentuk kelainannya berbeda-beda dan mungkin ditandai dengan gejala yang berbeda-beda pula. Pada sebagian kelainan tulang tidak memerlukan upaya pengobatan dan akan sembuh ataupun membaik pada saat anak tumbuh. Sedangkan sebagian lainnya, dapat membuat anak terkena resiko penyakit komplikasi apabila tidak diobati.
KEBIASAAN SIKAP TUBUH YANG SALAH
Kebiasaan sikap tubuh yang tidak baik dapat menyebabkan kelainan tulang, khususnya tulang belakang. Kebiasaan itu lazimnya telah berlangsung lama atau sejak kecil. Ada tiga macam kelainan tulang belakang yakni kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis (bungkuk) yaitu kelainan tulang belakang dimana ruas-ruasnya di daerah dada melengkung ke dalam. Ini biasanya akibat dari memanggul beban berat. Lordosis (tenggeng) yaitu kelainan tulang belakang dimana ruas-ruasnya di daerah pinggang terlalu melengkung ke sebelah luar. Hal ini disebabkan karena kebiasaan tidur terlentang dengan posisi bantal di bawah pinggang pada masa kanak-kanak. Skoliosis (bahu miring) yaitu kelainan tulang dimana bahu miring ke kanan atau ke kiri. Ini biasanya akibat dari kebiasaan membawa beban berat pada salah satu bahu.
KEKURANGAN VITAMIN D DAN ZAT KAPUR
Vitamin dan mineral yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang adalah vitamin D dan zat kapur. Dalam masa pertumbuhan (kanak-kanak), tulang memerlukan cukup vitamin D dan zat kapur. Kekurangan vitamin D dan zat kapur dapat menyebabkan penyakit rakitis yaitu pertumbuhan tulang kaki kurang sempurna. Karena itu, kaki menjadi bengkok keluar atau ke dalam. Kaki yang bengkok keluar seperti membentuk huruf O, dan kaki yang bengkok ke dalam seperti membentuk huruf X.
Brian Rendra
Sumber :
Ensiklopedi BIOLOGI, Ready Susanto dkk, Hal 26
