4 Gaya Pengasuhan Orang Tua Terhadap Anak

1053 0

Gaya pengasuhan pada dasarnya bukanlah faktor tunggal pembentuk kepribadian seseorang. Namun, pada setiap gaya pengasuhan akan dapat menghasilkan tipe anak yang saling berbeda. Hal lain yang memiliki peran atau pengaruh terhadap terbentuknya kepribadian seseorang adalah faktor lingkungan (nurture) dan internal (nature). Secara garis besar menurut teori  klasik dari Diana Baumrind terdapat tiga tipe gaya pengasuhan yakni otoriter, permisif dan apresiatif. Namun dalam perkembangannya, banyak ahli sepakat untuk menambahkan satu gaya pengasuhan lagi yang berdasarkan dari cara orangtua dalam memenuhi kebutuhan anaknya yaitu uninvolved atau neglect atau pembiaran. 

  1. OTORITER

Gaya pengasuhan otoriter menghasilkan anak yang pasif karena semua keputusan telah ditentukan oleh orangtua. Hal ini membuat seorang anak tidak memiliki kendali terhadap diri sendiri karena segalanya telah diatur dan diarahkan oleh orangtua.

Ciri-ciri gaya pengasuhan otoriter antara lain :

  • Sering menuntut
  • Tidak responsif
  • Mengharapkan seorang anak patuh dan taat
  • Menghukum anak ketika tidak patuh
  • Tidak memberikan ruang terhadap bentuk alasan, yang terpenting “pokoknya”
  • Lebih menghargai sebuah prestasi, perintah, disiplin dan kontrol pribadi.
  1. PERMISIF

Gaya pengasuhan permisif membuat anak akan menunjukkan perilaku membangkang tanpa adanya aturan. Hal tersebut karena orangtua tidak memberikan bentuk arahan dan aturan yang jelas sehingga anak akan sulit untuk mengantisipasi, lebih mudah curiga dan tidak percaya dengan lingkungan karena tidak adanya konsistensi aturan yang diberlakukan oleh orangtua.

Ciri-ciri gaya pengasuhan otoriter antara lain :

  • Tidak menuntut
  • Responsif
  • Mengabulkan segala permintaan dan kebutuhan anak
  • Tidak ingin menerapkan aturan dan harapan terhadap anak
  • Tidak ingin berkata “tidak” dan menerapkan konsekuensi terhadap sesuatu yang telah disepakati
  • Berpikir dan menganggap anak tidak dapat salah.
  1. APRESIATIF

Gaya pengasuhan apresiatif menghasilkan anak yang kooperatif karena orang tua menerapkan aturan yang konsisten. Anak mampu untuk mengantisipasi konsekuensi dan mengarahkan perilakunya serta lebih percaya diri karena yakin perilakunya tepat sesuai dengan penerapan aturan yang konsisten.

Ciri-ciri gaya pengasuhan apresiatif antara lain :

  • Responsif
  • Menerapkan standar, harapan serta batas yang tinggi dengan segala konsekuensinya
  • Hangat dan responsif terhadap emosi anak
  • Memberikan kebebasan terhadap anak untuk berekspresi, memilih serta mengalami kegagalan.
  1. PEMBIARAN

Gaya pengasuhan uninvolved atau neglect atau pembiaran merujuk terhadap orangtua yang mengabaikan kebutuhan fisik dan emosi anak, keamanan, kesehatan serta perawatan anak. Hasil dari gaya pengasuhan seperti ini anak akan menjadi terluka secara emosi dan fisik.

Ciri-ciri gaya pengasuhan pembiaran antara lain :

  • Orangtua sering tidak berada di rumah
  • Orangtua sering meninggalkan anaknya sehingga anak harus mengurus dirinya sendiri
  • Orang tua lebih nyaman beraktivitas tanpa anak
  • Tidak mengenal atau tidak peduli dengan lingkungan dan orang-orang yang berada di sekitar anak, misalnya teman, guru dan sebagainya
  • Menjadikan sebuah pekerjaan atau kesibukan sebagai bentuk alasan dari ketidakhadiran atau keterlibatan sebagai orangtua.

Brian Rendra

Sumber :

1001 CARA BICARA ORANGTUA DENGAN REMAJA, JOHNS HOPKINS, SKATA, HAL 25-27

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us