Bagaimana Manusia Mempelajari Langit

1220 0

BAGAIMANA MANUSIA MEMPELAJARI LANGIT

Kata astronomi berasal dari bahasa Yunani, yakni astron  yang berarti “bintang” dan nemein yang berarti “menamakan”. Meskipun cikal bakal astronomi telah dikenal sebelum orang-orang Yunani kuno mempelajari bintang, ilmu astronomi selalu berdasarkan terhadap prinsip yang sama, yakni “menamakan bintang”. Banyak nama bintang yang diberi nama langsung oleh orang-orang Yunani karena mereka adalah ahli astronomi pertama yang mampu membuat daftar sistematis dari keseluruhan bintang yang dapat mereka lihat. Pada beberapa peradaban awal, letak bintang-bintang yang terlihat akan tampak saling berhubungan dan ditetapkan dengan cara menyatukan bintang-bintang tersebut ke dalam suatu gugus-gugus yang terlihat membentuk suatu pola tertentu pada langit malam. Sebagai contoh, salah satu gugus tampak seperti bentuk sungai yang berkelok-kelok sehingga diberi nama Eridanus yang berarti sungai besar. Ada pula gugus lainnya yang menyerupai pemburu dengan sabuk yang cerah disebut dengan Orion yang berarti si pemburu. Bintang diberi nama sesuai dengan tempatnya dalam pola serta diberi peringkat sesuai dengan tingkat kecerahannya. Misalnya, bintang yang paling terang pada konstelasi Scorpius disebut α Scorpii karena merupakan huruf pertama dalam aksara Yunani dan disebut juga dengan Antares yang berarti “Mars yang lain” karena memiliki sinar yang berwarna merah dan menyerupai Planet Mars, planet yang memiliki warna merah darah.

MENGAMATI LANGIT 

Para gembala adalah astronom pertama yang mengamati langit untuk dapat menemukan tanda-tanda suatu perubahan musim. Pada malam-malam yang terang adalah merupakan sebuah kesempatan untuk dapat mengenali pola-pola yang telah dikenal serta gerakan-gerakan benda langit yang paling terang.

MEMPELAJARI BINTANG 

Hampir pada setiap budaya yang ada mempelajari bintang. Pada masa “kelam” yang terjadi di Eropa, ilmu astronomi dilestarikan oleh orang-orang yang menggunakan bahasa Arab. Daftar bintang Yunani kemudian diperbaiki serta dimutakhirkan oleh seorang astronom berkebangsaan Arab yang bernama Al-Sufi. 

LANGIT YANG TIDAK BERUBAH 

Langit di malam hari masih merupakan pemandangan yang sangat memikat di kota-kota, kecuali pada kota-kota besar yang telah terselimuti polusi dan cahaya lampu jalan yang menyilaukan sehingga bintang-bintang tidak akan terlihat. Hal yang menakjubkan dari pemandangan langit malam adalah bintang-bintang yang terlihat dari Bumi tidak banyak berubah dalam kurun waktu 10.000 tahun terakhir. Langit malam pada abad ke 21 ini hampir sama dengan langit yang telah dilihat oleh orang-orang yang hidup pada ribuan tahun yang lalu. 

DARI TAKHAYUL SAMPAI ILMU 

Ilmu astronomi tumbuh dari suatu kepercayaan pada astrologi, kekuatan yang dimiliki planet dan bintang dapat mempengaruhi kehidupan di Bumi. Setiap planet dipercaya memiliki kepribadian serta kekuatan salah satu dewa yakni Mars, dewa perang yang menentukan perang, wabah, kelaparan, dan kematian karena suatu kekerasan.

SIMBOL TRADISIONAL 

Warisan ilmu Yunani mengenai bintang-bintang disampaikan melalui berbagai peradaban. Pada setiap peradaban bentuk konstelasi akan mengambil nama dari tokoh pahlawan setempat. Hewan Mediterania yang terdapat pada rasi bintang diubah menjadi makhluk yang lebih dikenal seperti Ibex, Banteng Brahma, atau udang karang oleh budaya lain seperti Persia dan India. 

MELIHAT BINTANG

Banyak misteri langit yang dapat dilihat dengan cara menggunakan teropong yang baik. Pada abad ke-20, untuk melihat langit telah menggunakan teropong yang canggih daripada yang digunakan oleh Newton, Galileo ataupun astronom besar lainnya.

MITOLOGI AZTEC

Di Benua Amerika, mitologi bintang lebih kuat dibandingkan dengan mitologi di Eropa maupun Asia. Dalam kalender Aztec diperlihatkan dewa Quetzalcoatl yang menggabungkan pengaruh Matahari serta Venus. Dalam pemujaan kepada dewa tersebut diberikan manusia sebagai bentuk pengorbanan. 

MEMBAYANGKAN ANTARIKSA

Pada saat ini, kita dapat melihat 1.000 kali lebih jauh ke antariksa. Pada tahun 1990 NASA telah meluncurkan teleskop antariksa pertama. Teleskop Hubble yang mengorbit di luar atmosfer Bumi kini dapat menghasilkan citra beresolusi tinggi daripada objek-objek yang jauhnya beberapa milyar tahun cahaya. Sebagian besar waktu dihabiskan untuk membidik wilayah dekat dengan lubang hitam dan mengukur efek gaya berat terhadap sinar bintang. Cermin serta panel surya teleskop tersebut pernah mengalami kerusakan dan dapat diperbaiki kembali pada tahun 1994 oleh astronot yang bergerak menuju teleskop dari pesawat ulang alik.

Brian Rendra

Sumber :

Ensiklopedia ASTRONOMI, JENDELA IPTEK, BALAI PUSTAKA hal 6-7

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us