Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, kita seringkali mendengar mengenai rumor yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi pada anak remaja. Sebagai orangtua tentu dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman mengenai fakta yang sesungguhnya dalam menjawab rumor yang berkembang di masyarakat tersebut untuk memberikan penjelasan yang tepat dan ilmiah terhadap anak remajanya agar menjadi pengetahuan yang bermanfaat dan bermakna bagi mereka.
- Berhubungan seksual sekali saja tidak akan mengakibatkan kehamilan
Fakta : Meskipun seorang perempuan baru pertama kali dalam melakukan hubungan seksual, ia tetap memiliki risiko untuk hamil. Yang mengakibatkan kehamilan bukanlah seberapa sering aktivitas seseorang dalam berhubungan seksual, namun proses bertemunya sel sperma dengan sel telur. Bahkan, apabila laki-laki melakukan senggama terputus atau menarik penis sebelum ejakulasi, perempuan tetap akan memiliki risiko untuk hamil.
- Loncat-loncat setelah berhubungan seksual tidak akan mengakibatkan kehamilan
Fakta : Pada saat sperma telah masuk melewati vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang dan siap untuk dibuahi. Oleh sebab itu, tetap ada potensi untuk dapat terjadinya kehamilan karena sperma yang telah masuk ke dalam vagina maka akan sulit untuk dikeluarkan kembali. Sperma dapat bertahan hidup dalam vagina selama 5 hari.
- Makan nanas adalah merupakan cara aborsi yang aman
Fakta : Nanas adalah buah yang mengandung vitamin C, asam folat, serta zat besi yang baik bagi perkembangan janin. Nanas aman untuk dikonsumsi selama tidak berlebihan karena dapat menyebabkan masalah yang berkaitan dengan pencernaan dan menimbulkan rasa mual. Maka, konsumsi nanas tidak ada hubungannya dengan aborsi.
- Pacar berhak untuk melakukan apa saja kepada kita
Fakta : Tidak satupun orang lain yang berhak terhadap kita selain diri kita sendiri. Bahkan, seorang suami pun tidak berhak untuk memperlakukan istrinya seenaknya atas nama pernikahan. Apalagi hanya seorang pacar yang jelas tidak memiliki ikatan darah, ikatan hukum dan ikatan agama.
- Keperawanan dapat dilihat dari keluarnya darah pada saat berhubungan seks pertama kali
Fakta : Selaput dara adalah merupakan selaput kulit tipis yang terdapat pada vagina sehingga dapat meregang dan robek karena beberapa aktivitas, misalnya hubungan seks, berkuda ataupun bersepeda. Seseorang dikatakan tidak perawan apabila telah pernah melakukan senggama. Oleh sebab itu, robeknya selaput dara tidak dapat untuk menentukan keperawanan seseorang. Perempuan yang memiliki selaput dara yang cukup elastis pun dapat saja tidak akan mengeluarkan darah pada saat senggama, meskipun secara teori ia sudah tidak perawan lagi.
- Ciuman bibir adalah hal yang wajar dilakukan pada saat pacaran
Fakta : Tidak terdapat parameter yang dapat menentukan apa saja yang wajar maupun tidak wajar untuk dapat dilakukan dalam aktivitas pacaran. Setiap orang harus memiliki suatu prinsip berkaitan mengenai apa yang dianggap baik dan dianggap tidak baik untuk dilakukan dalam hidupnya sesuai dengan nilai-nilai keluarga serta agama yang dianut. Ciuman memang tidak akan menimbulkan suatu kehamilan, namun aktivitas tersebut dapat mendorong munculnya dorongan seksual yang akan mengarah pada aktivitas seksual lainnya.
- Berhubungan seksual terlalu dini dapat mengakibatkan kanker serviks
Fakta : Pada usia remaja, leher rahim yang terdapat pada perempuan belum matang sehingga akan rentan terhadap rangsangan dan juga serangan virus. Organ reproduksi perempuan yang sedang aktif berkembang, maka sel-selnya akan membelah secara aktif. Pada masa itu, tidak boleh terjadinya rangsangan apapun yang dapat membuat perubahan pada sifat sel menjadi tidak normal. Sel tidak normal inilah yang pada nantinya dapat mengakibatkan perubahan sehingga akan tumbuh menjadi kanker serviks.
- Kondom 100% dapat mencegah kehamilan
Fakta : Kondom memang memiliki tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan, namun tingkat efektivitasnya hanya sekitar 85%. Artinya, 15 dari 100 wanita tetap memiliki potensi untuk hamil pada saat menggunakan kondom.
- Kehamilan pada remaja dapat membahayakan ibu serta janin
Fakta : Kehamilan pada remaja yang berusia di bawah 20 tahun akan dapat menimbulkan beberapa fisiko, antara lain keguguran, kurangnya nutrisi pada ibu dan janin, keracunan pada kehamilan, kelahiran yang prematur, berat badan bayi yang rendah pada saat lahir, kelainan bawaan, serta gangguan psikologis karena ketidaksiapan menjadi ibu dan merawat bayi.
- Semua infeksi menular seksual dapat diobati
Fakta : Herpes, HIV, HPV dan hepatitis B adalah beberapa infeksi menular seksual yang tidak dapat untuk diobati. Bahkan, HIV dapat membuat seseorang akan mudah untuk terkena AIDS dan mengakibatkan kematian.
Brian Rendra
Sumber :
1001 CARA BICARA ORANGTUA DENGAN REMAJA, JOHNS HOPKINS, SKATA, HAL 143-146
